Banaspati

Apa itu Banaspati?

Banaspati adalah makhluk halus atau roh jahat berwujud kobaran api.

Secara bahasa, namanya berasal dari kata wanaspati yang dalam Bahasa Jawa Kuno artinya adalah “raja hutan”. Dalam Bahasa Sansekerta, kata vanaspati juga berarti “penguasa hutan”. Dalam Kamus Indonesia-Jawa Kuno terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Banaspati diartikan sebagai hantu hutan.

Asal

Hantu Banaspati berasal dari kepercayaan masyarakat Jawa khususnya yang tinggal Jawa Tengah dan Jawa Timur. Selain Banaspati, orang Jawa juga mempercayai hantu lain yang berasal dari elemen api yakni Kemamang, Pulung, dan Lampor.

Menurut sejarawan dan antropolog Claire Holt, Banaspati merupakan adaptasi dari Kirthimukha, makhluk mitologi asal India.

Sejarah

Nama Banaspati muncul pada buku De Javaansche Geestenwereld yang terbit pada abad ke-19. Dalam buku karya javanolog asal Belanda H. A. Van Hien tersebut, De Banaspati masuk dalam golongan hantu De Duivels (Natuurgeesten) dengan urutan nomor 13.

Candi-candi di Jawa Timur memiliki ornamen Kala yang disebut dengan Banaspati di bagian akses masuk. Di Jawa Tengah, ornamen serupa disebut dengan Kemamang.

Wujud

Van Hien menggambarkan Banaspati sebagai hantu menyeramkan berwujud raksasa yang menyala bagaikan bola api. Dengan mulut menganga ia berjalan secara handstand, yakni kedua tangan di tanah, kepala terbalik, sedangkan kaki di atas.

Di candi-candi Jawa Timur, Banaspati digambarkan sebagai muka atau kepala raksasa dengan taring tajam. Rambutnya bergelombang seperti api, dan pada setiap sisi wajah dihiasi dengan bulu sayap burung, seperti kepala raksasa yang bisa terbang.

Beberapa literatur buku dan artikel internet menyebut bahwa Banaspati berwujud kepala atau bola api yang melayang-layang. Bahkan tak cuma api, ada yang menyebut bahwa hantu berbahaya ini ada yang berasal dari elemen tanah.

Perilaku

Konon Banaspati bisa ditemukan di hutan atau pedesaan yang masih sepi. Ia dipercaya suka menghisap darah manusia layaknya vampir dalam budaya barat.

Interaksi

Menurut Van Hien, ketika Banaspati bertemu manusia maka ia akan langsung melompat ke arah korbannya tersebut. Dijatuhkannya tubuh korban ke tanah lalu ia akan menghisap darah korbannya. Manusia yang menjadi korban akan mati atau minimal sakit parah.

Ditulis oleh Kuncen pada 14 Jan 2021