Gundul Pringis

Apa itu Gundul Pringis?

Hantu ini memiliki banyak nama, tergantung di mana kisahnya diceritakan. Sebutan yang paling terkenal ialah Gundul Pringis, yang berasal dari Bahasa Jawa gundhul yang artinya “kepala botak” dan pringis yang artinya “tertawa meringis/menyeringai”.

Selain nama tersebut, yang sering disebut adalah Glundung Pringis dan Glundung Plecek dimana glundung artinya “menggelinding” sedangkan pringis dan plecek yang artinya juga “tertawa meringis”.

Varian nama setan Gundul Pringis lainnya diantaranya: Hantu Kepala, Cumplung, Gundul Pecengis, Endhas Glundung, Glundung Kecek, dan Gulutuk Sengir.

Asal

Kepercayaan tentang Gundul Pringis cukup merata pada masyarakat yang tinggal di sepanjang Pulau Jawa. Yang membedakan mungkin penyebutan nama dan sedikit detail wujud serta perilakunya.

Sejarah

Nama De Glondhong atau Endas-glondhong tercatat pada buku De Javaansche Geestenwereld terbitan tahun 1896. Dalam literatur karya H. A. Van Hien tersebut, Glondhong digambarkan sebagai hantu yang berwujud kepala manusia tanpa badan. Eksistensinya di dunia ini adalah untuk membalas dendam kepada manusia karena semasa hidup ia dihukum pancung. Penggambaran dalam buku ini mirip dengan kisah hantu serupa dari Jawa Barat yakni Jurig Gulutuk Sengir.

Pada dekade 70-80an dimana listrik belum merata, Gundul Pringis cukup populer terutama di pedesaan. Ia digunakan oleh orang tua untuk menakut-nakuti anaknya agar tidak bermain atau keluar rumah sampai larut malam.

Di masa sekarang, nama Gundul Pringis semakin tenggelam dan mulai tak terdengar. Beberapa faktor mungkin sebagai penyebabnya seperti pembangunan dan teknologi yang lebih merata serta kalahnya pamor sang setan dibanding kompatriotnya yang lebih sering muncul di film dan budaya populer seperti Pocong, Kuntilanak, dan Genderuwo.

Wujud

Hampir semua versi tentang hantu ini menyebutkan bahwa wujud Gundul Pringis adalah kepala tanpa badan. Namun penampakan kepalanya mungkin sedikit berbeda antar versi satu dengan lainnya. Versi yang menyebut ia adalah korban hukum pancung tentu wujudnya mirip kepala manusia pada umumnya, versi lain menyebut kepalanya botak dan ada juga yang menyebut mirip dengan buah kelapa yang berumur tua.

Dalam mengganggu manusia, sosok Gundul Pringis tidak serta merta langsung berwujud kepala. Dalam catatan Van Hien, Glodhong awalnya menyamar sebagai ayam atau anak ayam dalam keranjang yang terbuat dari anyaman daun kelapa. Jika ada manusia yang tertipu dan mengambilnya, maka ia akan berubah ke wujud aslinya. Versi lain menyebut bahwa Gundul Pringis bisa menyamar sebagai buah kelapa atau durian yang jatuh.

Perilaku

Seperti kebanyakan makhluk halus lainnya, Gundul Pringis gemar mengganggu manusia. Ada dua versi cerita yang menjadi obyektif atau tujuan hantu ini menggangu manusia.

Versi pertama yang lebih populer ialah karena sifat usil sang Gundul Pringis yang gemar menggoda manusia. Ia menjumpai korbannya yang biasanya melintas sendirian di jalan gelap dan sepi. Ketika sang korban berlari ketakutan, Gundul Pringis akan berhenti mengganggu dan kembali ke sarangnya tanpa ada mencelakai manusia.

Namun versi buku De Javaansche Geestenwereld menyebutkan bahwa Endas Glondong adalah hantu yang banyak ditakuti pada masa itu. Sang hantu yang menyamar menjadi ayam bila diangkat oleh korban akan berubah wujud menjadi kepala dengan mata yang melotot, tatapannya membuat sang korban jatuh sakit. Motifnya ialah membalas dendam kepada manusia atas hukuman pancung yang ia terima.

Interaksi

Hantu Glundung Pringis keluar dari persembunyiannya saat matahari tenggelam, atau dalam Bahasa Jawa disebut Candikala. Ia muncul di tempat-tempat yang cenderung sepi dan gelap, bisa di jalan pedesaan atau area kebun. Tempat favoritnya mungkin adalah kebun atau jalan yang banyak terdapat pohon kelapa.

Jika ada manusia yang melintas di daerahnya, maka ia akan menjatuhkan diri menyamarkan wujudnya sebagai buah kelapa yang jatuh. Bila korban penasaran dengan suaranya dan mendekati ia akan menggelinding dan berubah ke wujud aslinya, kepala yang menyeringai memperlihatkan gigi tajam dan panjangnya. Tentu korban akan ketakutan dan berlari, maka misinya telah berhasil dan ia akan kembali lagi ke sarangnya.

Dalam Budaya Populer

Gundul Pringis muncul dalam game DreadOut buatan studio Digital Hapiness asal Bandung. Ia digambarkan sebagai hantu kepala manusia yang berwujud mengerikan. Matanya terbelalak, gigi busuk, dan kulit kepala yang penuh dengan jahitan. Dalam permainan, sang hantu hanya menganggu dan tidak membahayakan karakter utama.

Ditulis oleh Kuncen pada 30 Okt 2020