Onggo-Inggi

Apa itu Onggo-Inggi?

Onggo-Inggi adalah hantu atau siluman jahat yang dipercaya sering memangsa anak manusia yang sedang beraktivitas di aliran sungai.

Dikutip dari buku Bausastra Lelembut, nama Onggo-Inggi berasal dari Bahasa Kawi onggo yang artinya “tubuh” dan inggi yang artinya “takut”. Namun, ada yang beranggapan bahwa namanya berasal dari nama serangga anggang-anggang yang juga tinggal di air.

Asal

Onggo-Inggi merupakan kepercayaan masyarakat Jawa Tengah dan Jawa Timur. Namanya populer di wilayah yang dilintasi aliran Sungai Bengawan Solo yakni area Solo Raya dan Kabupaten Bojonegoro.

Sejarah

Menurut kisah yang diceritakan turun temurun, dahulunya Onggo-Inggi adalah makhluk halus yang dipercaya untuk menjaga Keraton Solo. Namun karena sifatnya yang rakus dalam meminta sesajen, yang kadang nyawa manusia, maka ia dibuang ke Bengawan Solo. Semenjak itulah, ia dipercaya sebagai dhanyang sungai terpanjang di Pulau Jawa tersebut.

Wujud

Sama seperti Gundul Pringis, Onggo-Inggi juga digambarkan sebagai hantu kepala tanpa badan. Bedanya ia memiliki rambut panjang yang ia gunakan untuk bergerak di aliran sungai. Selain itu, rambut panjangnya juga berfungsi seperti tentakel untuk membelit dan menenggelamkan korbannya. Deskripsi fisik Onggo-Inggi lainnya adalah kulit wajahnya berwarna putih pucat seperti melepuh dan gigi tajam berbentuk biji mentimun.

Perilaku

Onggo-Inggi mencari mangsa ketika aliran Bengawa Solo sedang besar, terutama di musim penghujan. Apabila perairan di sekitar sungai sedang surut atau kering, maka Onggo-Inggi tidak akan menampakkan wujudnya karena air adalah media yang ia pakai untuk masuk ke alam ini dan memangsa manusia.

Kelemahan Onggo-Inggi adalah bacaan doa dan kain kafan.

Interaksi

Onggo-Inggi gemar mencari korban anak perawan atau perjaka yang sedang beraktivitas di sekitar aliran Bengawan Solo. Ia akan mendekati mangsanya lalu menariknya ke tengah pusaran air. Setelah kelelahan barulah ia membawa korbannya masuk ke dalam sungai untuk dimangsa. Konon manusia yang telah menjadi korban Onggo-Inggi tidak akan pernah kembali dan jasadnya tidak bisa ditemukan. Namun sebagian masyarakat percaya bahwa Onggo-Inggi mau mengembalikan korbannya jika ada penggantinya.

Ditulis oleh Kuncen pada 15 Nov 2020