Sawan

Apa itu Sawan?

Sawan merupakan lelembut yang dipercaya suka merasuki bayi. Peristiwanya disebut dengan sawanen, dimana bayi yang “ketempelan” akan mengalami perubahan perilaku seperti menangis, rewel, kejang, atau demam.

Asal

Sawan dipercaya oleh masyarakat Jawa terutama orang-orang dahulu.

Sejarah

Nama Sawan sudah disebut dalam literatur abad ke-19 berjudul De Javaansche Geestenwereld yang ditulis oleh H. A. Van Hien. Menurut buku ini, Sawan gemar menyerang bayi dan orang tua yang lemah. Pada bayi, lelembut ini menyebabkan kejang-kejang, sedangkan pada orang tua ia menyebabkan pingsan atau tak sadar diri. Bahkan dalam beberapa kasus, Sawan juga menyerang janin yang belum lahir. Van Hien juga menyebut bahwa lelembut ini juga bisa menyebabkan kulit bayi gatal-gatal memerah, gejala serupa pada serangan lelembut lain yang bernama Sarap.

Clifford Geertz dalam bukunya Religion of Java yang terbit sekitar tahun 60-an, juga menyebut bahwa peristiwa sawanen merupakan salah satu bentuk masuknya lelembut pada tubuh manusia (bayi).

Di masa modern, dengan berkembangnya ilmu kedokteran dan pemahaman masyarakat, Sawan dianggap hanya sebagai gangguan kesehatan biasa pada bayi. Peristiwa sawanen disebabkan karena beberapa hal seperti kolik, kejang demam, atau faktor lingkungan yang menyebabkan bayi merasa tak nyaman.

Wujud

Van Hien menyebutkan bahwa Sawan tidak terlihat dan tak memiliki wujud, yang membuatnya gampang merasuki bayi dan sulit dicegah.

Hal ini sesuai dengan tulisan Geertz yang menyebut bahwa sawanen adalah karena lelembut, dimana dalam hasil penelitiannya lelembut digambarkan sebagai makhluk tak kasat mata.

Perilaku

Menurut penuturan narasumber Geertz, makhluk halus yang menyebabkan sawanen memasuki tubuh bayi melewati kaki. Itulah sebabnya, jika ada yang hendak menjenguk bayi yang baru lahir maka akan menghangatkan kaki di atas tungku.

Namun teori lain menyebut bahwa Sawan memasuki tubuh bayi melewati kepala, itulah sebabnya orang tua dulu suka menutup ubun-ubun bayi dengan campuran bawang, merica, serta parutan kepala.

Interaksi

Bagi orang tua jaman dahulu, sawanen sering dikait-kaitkan dengan terlanggarnya mitos tertentu atau tak sengaja menggangu makhluk halus di sekitar. Jika si bayi tiba-tiba rewel tanpa sebab terutama di malam hari, timbul gatal-gatal di badan, atau ibu hamil yang sakit perut sebelum waktu melahirkan maka akan disebut sebagai ulah Sawan. Pengobatanya ialah dibawa ke dukun bayi atau orang pintar, dimana korban akan diberikan rempah-rempah Jawa yang telah dibacakan mantra-mantra tertentu.

Di zaman modern, Sawan bisa ditangani dengan menenangkan bayi. Caranya bisa memberi sentuhan lembut, menyusui, melakukan skin-to-skin, dan mencari tempat yang luas untuk menjauhkan dari hal-hal yang membuat bayi tak nyaman. Bila cara tersebut tidak berhasil, maka cara terbaik adalah membawa bayi ke dokter atau rumah sakit.

Ditulis oleh Kuncen pada 10 Feb 2021